Archive | May 2017

H-7

Sekarang pukul 21:37 malam, tanggal 22 Mei 2017, hari Senin.

Musik untuk malam ini : Kid Bloom – Hazy Miss Daisy (akan lebih baik untuk membaca postingan di bawah ini sambil mendengarkan lagu tersebut, agar kamu merasakan hal yang sama denganku)

 

AKU memaksa diriku untuk kembali kemari. Sudah lama sekali aku tidak beraktivitas di blog ini. Saat aku mengecek kembali postingan pertama-ku, disana tercatat tanggal 29 Mei 2012. WAH! Sudah hampir anniv 5 tahun ya, tinggal seminggu lagi sudah genap 5 tahun. Tapi selama 5 tahun terakhir aku sungguh tidak menulis banyak hal yang berarti. Mungkin karena baru perdana jadi blogger.

Awalnya aku sudah tidak ada niat untuk kembali kemari. Debu-nya sudah terlalu tebal untuk dibersihkan kembali. Tapi, ada satu hal yang mengubah pikiranku: bahasa.

Kalau kamu yang membaca ini sekarang merupakan followers instagram-ku, aku yakin kamu tahu pasti bagaimana kondisi caption instagram-ku akhir-akhir ini.

Jadi, aku suka menulis deep thoughts. Aku yakin deep thoughts yang kupikirkan dan kutulis dalam bentuk paragraf bahasa inggris itu dapat membuat orang-orang yang membaca tersadar akan hal-hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Deep thoughts itu menurutku merupakan pemikiran yang sebenarnya semua orang rasakan, tapi tidak pernah begitu – bagaimana menyebutnya – dianggap serius atau terlalu diperhitungkan.

Di instagram, aku akan menulis suatu quote atau petikan dengan background putih. Captionnya akan menjadi panjang lebar dan bagi sebagian orang akan menjadi terlalu membosankan untuk dibaca, apalagi dalam bahasa Inggris. Aku menggunakan bahasa Inggris dengan harapan agar tulisanku itu bisa dibaca oleh orang luar.

Dan faktanya, harapan itu tercapai. Terkadang saat aku memposting suatu deep thought, akan ada orang luar negeri yang komentar, kadang hanya mengatakan bahwa mereka suka dengan tulisanku, kadang ada juga yang komentar tentang pemikiran tersebut dari sudut pandang mereka sendiri. Aku sangat-sangat menghargai komentar-komentar itu, aku senang bisa berbagi pemikiran dengan mereka tanpa ada language barrier.

Tapi, disisi lain, aku tentunya juga ingin menulis dalam bahasa Indonesia. Mau bagaimanapun, bahasa ibu-ku adalah bahasa Indonesia. Itulah sebabnya aku berencana untuk menulis kembali caption-caption yang telah kutulis tersebut. Setidaknya agar bisa dibaca oleh semua orang.

 

Sekarang sudah pukul 22:29 malam. Sekian tulisan untuk malam ini.

 

Dengan cinta,

Yaseumin.